Yogyakarta, 23 Juli 2025 — Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional (Tannas) Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada kembali meluluskan satu doktor baru. Dulkadir, perwira aktif yang menjabat sebagai Pasirenproggar Korem 063/Sunan Gunung Jati (SGJ), resmi dikukuhkan sebagai lulusan ke-6 program doktor ini pada prosesi wisuda yang digelar Rabu (23/7). Dulkadir menempuh studi doktoralnya dengan dukungan beasiswa dari TNI Angkatan Darat.
Dalam sidang promosi doktor, Dulkadir mempertahankan disertasinya yang berjudul “Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri Pangan Berbasis Peran Pemangku Kepentingan untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Wilayah (Studi di Wilayah Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, dan Kota Cirebon )”. Disertasi tersebut mengangkat model kolaboratif lintas pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan wilayah berbasis komunitas desa.
Penelitian ini menyoroti keterlibatan pemerintah daerah, TNI, kelembagaan desa, serta pelaku usaha lokal sebagai elemen penting dalam pembangunan sistem desa mandiri pangan. Dulkadir menegaskan bahwa pendekatan partisipatif dan koordinatif menjadi kunci sukses dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Secara khusus, model yang dikembangkan Dulkadir relevan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan – karena menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam pembangunan wilayah.
“Disertasi ini memperluas cakupan studi ketahanan nasional hingga level komunitas dan menghadirkan kontribusi nyata dalam konteks kemandirian pangan,” ujar Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Ketua Program Studi Doktor Ilmu Tannas UGM, usai sidang promosi.
Dalam keterangannya, Dulkadir menyampaikan harapannya agar hasil penelitiannya dapat diterapkan secara luas. “Semoga model ini tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga mampu mendukung kebijakan riil di wilayah Korem dan daerah lainnya yang menghadapi tantangan ketahanan pangan,” ungkapnya.
Ujian disertasi tertutup telah dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025 pukul 13.00 WIB di Ruang Sidang C Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM. Ujian ini dihadiri oleh tim promotor, yaitu Prof. Dr. Ir. Edhi Martono, M.Sc. dan Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., serta tim penguji dan reviewer yang terdiri atas Prof. Dr. Widyanto Dwi Nugroho, S.Hut., M.Agr., Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Prof. Dr. Suharko, S.Sos., M.Si., Dr. Sudrajat, S.Si., M.P., dan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec.
Sebagian hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi dengan judul “Realizing regional food security by empowering the communities through the food independent village program” yang dimuat dalam Journal of Infrastructure, Policy and Development (2024). Artikel tersebut dapat diakses melalui tautan: https://doi.org/10.24294/jipd.v8i10.7714.
Prosesi wisuda dilaksanakan secara luring di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM dan dilanjutkan kegiatan ramah tamah di tingkat Fakultas bertempat di Gedung Sekolah Pascasarjana UGM, yang dihadiri oleh jajaran akademik, keluarga, serta kolega.
Tags : SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Penulis : Shinta Dewi Novitasari


