Virtual Talkshow Tannasphoria: Inspirasi Gerakan Pengelolaan Limbah Masker yang Aman di Masa Pandemi

Meneruskan rangkaian Talkshow Tannasphoria sejak pertengahan Bulan Juli, Kamis (22/7) Virtual Talkshow Tannasphoria kembali derngan tema terkini dan menjadi perhartian di masa pandemic seperti ini. Dalam pandemic Covid-19 beragam upaya mitigasi dilakukan seperti memakai masker, mengaja jarak dan mencuci tangan. Apabila telah melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif maka dapat segera melakukan tes baik PCR maupun rapid tes antigen.

Masker sebagai salah satu komponen penting untuk mencegah penularan virus SarsCov-2 telah bertransformasi menjadi kebutuhan pokok yang melekat sehari-hari. Pada masa pandemi saat ini, penduduk dunia memakai 129 milyar masker dan 65 milyar sarung tangan plastik sekali pakai setiap bulannya. Jumlah pemakaian yang luar biasa ini telah terlihat dampaknya di lingkungan sekitar berupa tercemarnya sungai, pantai dan lautan serta berbagai macam hewan terjerat oleh limbah ini. Mudah sekali saat ini dijumpai limbah masker bekas berserakan di pinggir jalan.

Naiknya angka konsumsi masker di masyarakat tentunya menimbulkan masalah baru. Kemana sampah pembuangan masker berakhir? Apakah berakhir di tempat sampah atau di perairan mancanegara. Bagi limbah masker di rumah sakit yang termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) digunakan insenerator untuk mengolahnya. Akan tetapi harga insenerator yang tinggi dan operasinya yang tidak mudah sulit dalam jangkauan masyarakat.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, Tannasphoria menghadirkan sebuah Gerakan diprakarsai oleh Dosen dan Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Gerakan ini dinamakan Dunmask.id (Drop Box Used-Mask Indonesia). Gerakan ini diinisiasi sejak limbah masker mulai mengancam kondisi lingkungan. Limbah masker yang menumpuk dan tidak mudah terurai menjadi masalah baru di masa pandemi. Pembicara yang dihadirkan adalah Bapak Candra Wahyu Purnomo, ST., ME., M.Eng., D.Eng.Founder dari Dumask.id.

Dumask adalah penelitian kolaboratif yang didanai oleh program PPKI 2021 – 2023. Program penelitian ini merupakan kolaborasi antara peneliti PTNBH dari UGM, ITB, UNS dan UNAIR yang juga didukung oleh para peneliti dari UAD, Politeknik ATK, UJB, dan UP45. DUMASK bertujuan khusus untuk menyediakan jalur pembuangan masker dan sarung tangan bekas dari masyarakat umum yang aman dan ramah lingkungan.

Produk yang ditawarkan adalah drob box tempat pembuangan khusus masker dan sarung tangan medis. Limbah masker dapat dibungkus dan dibuang di masing-masing drop box unit. Masker yang telah terkumpul kemudian dihancurkan dengan teknologi pirolisi. Hasil pembakaran akan berupa serbuk yang dapat dimanfaatkan menjadi pupuk dan hal lainnya. Hingga sekarang drop box dumask bukan hanya di wilayah Yogyakarta saja namun telah merambah ke area Solo raya. Tak hanya itu, dumask juga memberikan kesempatan bagi lembaga-lembaga untuk menggunakan teknologi yang dikembangkannya. Teknologi ini lebih ramah lingkungan dan membutuhkan biaya yang tidak terlalu banyak. Untuk memberikan yang terbaik, dumak juga melakukan pengembangan program. Sehingga pengelolaan limbah sampah pun akan lebih maksimal.

Leave A Comment

Your email address will not be published.

*