
YOGYAKARTA – Persoalan kemandirian energi kini bukan lagi sekadar wacana di tingkat nasional, melainkan tantangan nyata yang harus dijawab hingga ke level daerah. Hal inilah yang mendorong Sdr. Rizky Romadhona untuk mengupas tuntas potensi sumber daya lokal dalam Ujian Komprehensif Program Studi Doktor Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (20/2/2026).
Di hadapan dewan penguji yang berkumpul di Ruang Sidang Gedung PAU-Pascasarjana UGM, Rizky memaparkan usulan penelitiannya yang bertajuk “Pengembangan Biorefinery dan Dampaknya terhadap Ketahanan Energi (Studi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah)”. Penelitian ini hadir di tengah tantangan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) nasional yang diprediksi belum mencapai 20% pada tahun 2025.
Dalam paparannya, Rizky menyoroti kondisi di Jawa Tengah yang capaian bauran energinya pada tahun 2024 baru menyentuh angka 18,55%, masih di bawah target yang ditetapkan sebesar 21,32%. Ia melihat adanya urgensi untuk memperkuat tata kelola energi di daerah melalui optimalisasi potensi biomassa yang selama ini belum tergarap maksimal.
Salah satu poin kunci yang ia ajukan adalah integrasi konsep biorefinery dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan energi di Kabupaten Magelang harus memiliki tata kelola yang bertanggung jawab secara lingkungan serta mampu memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat setempat. Dengan melibatkan komunitas melalui strategi pengumpulan data seperti snowball sampling, Rizky berupaya merumuskan model kebijakan yang lebih inklusif.
Dukungan Pakar dan Relevansi Global
Diskusi akademik yang berlangsung secara luring tersebut berjalan sangat dinamis. Masukan tajam dari tim penguji, yakni Prof Priyono Suryanto, S.Hut, M.P., Ph.D, Prof. Ir. Sarjiya, ST., MT., Ph.D., IPU. dan Prof. Dr. Phil. Gabriel Lele, S.IP., M.Si., menjadi catatan penting untuk mempertajam strategi percepatan ketahanan energi daerah yang disusun oleh Rizky. Bimbingan intensif juga datang dari Tim Promotor yang terdiri dari Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si., Dr. Djaka Marwasta, S.Si., M.Si., dan Ario Wicaksono, M.Si., Ph.D.
Langkah Rizky ini pun menjadi wujud nyata kontribusi UGM terhadap agenda dunia dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada sektor Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7) serta Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9). Melalui riset ini, diharapkan lahir peta jalan baru yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional mulai dari akar rumput.
Penulis: Sinfan Najia