
YOGYAKARTA – Kontribusi mahasiswa Program Studi Ketahanan Nasional Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam mewarnai opini publik kembali terlihat di media massa nasional. Baru-baru ini, gagasan mengenai kedaulatan bangsa melalui pemenuhan gizi disuarakan oleh M. Afnan Hadikusumo, mahasiswa Magister Ketahanan Nasional UGM, melalui harian Kedaulatan Rakyat (KR).
Dalam artikel opininya yang bertajuk “Pentingnya Keamanan Pangan di Tengah Darurat Gizi di Indonesia”, Afnan menggarisbawahi bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari aspek militer semata. Keamanan pangan dan kualitas gizi masyarakat merupakan fondasi vital yang menentukan ketahanan nasional dalam jangka panjang. Ia menekankan bahwa darurat gizi harus dipandang sebagai ancaman serius yang memerlukan penanganan lintas sektoral.
Dari Praktisi hingga Akademisi
Aktivitas menulis di media massa ini merupakan bentuk implementasi dari latar belakang pengalaman Afnan sebagai praktisi yang kini mendalami kajian strategis di UGM. Melalui tulisan tersebut, ia berupaya menjembatani teori ketahanan nasional dengan realita kebijakan pangan di Indonesia, guna mendorong kesadaran publik akan pentingnya kemandirian pangan.
Keaktifan mahasiswa dalam mempublikasikan pemikiran ini diapresiasi sebagai langkah nyata prodi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada:
- SDG 2 (Tanpa Kelaparan): Melalui advokasi akses pangan yang aman dan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia.
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Melalui upaya membangun dialog antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam isu ketahanan pangan.
Pihak Program Studi Ketahanan Nasional UGM senantiasa mendorong para mahasiswanya untuk produktif menghasilkan karya tulis, baik dalam bentuk jurnal ilmiah maupun opini populer. Hal ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi mengenai konsep ketahanan nasional kepada khalayak yang lebih luas.
Penulis: Sinfan Najia