
YOGYAKARTA – Ketahanan nasional tidak hanya bicara soal kekuatan fisik atau wilayah, tetapi juga bermula dari ketangguhan pribadi setiap warga negaranya, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Isu inklusivitas inilah yang menjadi fokus utama Sdr. Puji Nur Ekowati dalam Ujian Tesis Program Magister Ilmu Ketahanan Nasional, Sekolah Pascasarjana UGM, Selasa (24/2/2026).
Bertempat di Ruang Sidang Program Studi Ketahanan Nasional, Gedung PAU-Pascasarjana UGM, Puji Nur Ekowati, yang juga merupakan mahasiswa penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “Peran Pendidikan Khusus terhadap Ketahanan Pribadi (Studi pada Penyandang Disabilitas di SLB Fadhilah Ummah, Kabupaten Sukoharjo, Provinsi Jawa Tengah)”. Riset ini mendalami bagaimana institusi pendidikan khusus berfungsi sebagai ruang strategis dalam membangun kemandirian dan mentalitas tangguh bagi siswa disabilitas.
Membangun Kemandirian dan Modal Sosial
Dalam paparannya, Puji menyoroti bahwa pendidikan khusus di SLB Fadhilah Ummah tidak sekadar memberikan materi pelajaran, tetapi berperan vital dalam membentuk ketahanan pribadi melalui penguatan aspek fisik, psikologis, dan sosial. Bekal keterampilan yang diberikan di sekolah menjadi modal utama bagi para siswa untuk menghadapi tantangan di lingkungan masyarakat secara mandiri.
Riset ini menegaskan bahwa ketahanan pribadi individu disabilitas adalah elemen yang tak terpisahkan dari struktur ketahanan nasional. Dengan akses pendidikan yang tepat, penyandang disabilitas dapat bertransformasi dari kelompok yang dianggap rentan menjadi individu yang memiliki daya tahan dan kemampuan untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Dewan Penguji dan Kontribusi SDGs
Ujian tesis ini berlangsung khidmat di bawah penilaian dewan penguji yang terdiri dari:
- Agus Joko Pitoyo, S.Si., M.A. (Pembimbing Utama)
- Bagus Riyono, M.A., Psikolog (Pembimbing Pendamping)
- Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D. (Penguji)
- Dr. Armaidy Armawi, M.Si. (Penguji)
Kajian yang disusun Puji merupakan langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang inklusif dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Melalui penelitian ini, diharapkan lahir rekomendasi yang memperkuat kebijakan pendidikan bagi penyandang disabilitas demi mewujudkan ketahanan pribadi yang lebih solid.
Dengan tuntasnya ujian ini, Program Studi Magister Ketahanan Nasional UGM kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal riset-riset sosial yang inklusif, membuktikan bahwa setiap warga negara memiliki peran penting dalam arsitektur ketahanan bangsa.
Penulis: Sinfan Najia